Memperkenalkan Sumbu Filosofi Melalui Program Jogja Herigatage Track : Oleh Mahasiswa Jurusan Bina Wisata Politeknik "API" Yogyakarta Angkatan 2023

Memperkenalkan Sumbu Filosofi  Melalui Program  Jogja Herigatage Track :  Oleh Mahasiswa Jurusan Bina Wisata Politeknik

Sumbu Filosofi Yogyakarta adalah konsep tata ruang imajiner yang menghubungkan Tugu Pal Putih, Keraton Yogyakarta, dan Panggung Krapyak. Garis imajiner ini, yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda, melambangkan harmoni dan keseimbangan dalam hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, serta manusia dengan alam. Maka untuk mempertahankan eksistensi dan lebih mengenal lagi tentang subu filosofi tersebut kepada masyarakat umum di Yogyakarta pada khusus nya dan dunia pada umumnya, Dinas Kebudayaan ( Kundo Kabudayan ) Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki program Jogja Heritage Track.

Program ini bersumber dari Dana Keisimewakan yang berfungsi menginformasikan Sumbu Filosofi Yogykarta dan Warisan Budaya DIY lainnya dan menggunakan bus untuk berkeliling dikawasan Yogyakarta.

ada 6 rute yang ditawarkan yaitu

a. Sangkan Paraning Dumadi: Rute ini memiliki makna perjalanan siklus hidup manusia berdasarkan konsepsi Sangkan Paraning Dumadi. Sangkan berarti asal-usul, Paraning yaitu arah tujuan, dan Dumadi di artikan penciptaan (kehidupan).

Rute ini mengantarkan peserta untuk berkeliling mengunjungi Tugu Jogja - Jl. Margo Utomo - Jl. Malioboro – selanjutnya menuju stop point Museum Sonobudoyo. Setelah itu menyusuri kembali melewati Benteng Baluwarti Kraton yaitu Jokteng Lor - Jokteng Kulon - Krapyak dan melewati Plengkung Nirbaya.

b. Paraning Dumadi: Rute ini memiliki arti tentang perjalanan arah tujuan kehidupan manusia.

Rute Paraning Dumadi mengajak peserta untuk berkeliling menyusuri Tugu Jogja – Jl. Margo Utomo - Jl. Malioboro – stop point di Museum Sonobudoyo, di lanjutkan melewati Pathuk dan berakhir di Meeting Point.

c. Sangkaning Dumadi: Rute ini memiliki makna asal penciptaan kehidupan.

Dimulai dari Meeting Point – Jokteng Lor – Jokteng Kulon – stop point Panggung Krapyak – Plengkung Nirbaya – Jokteng Kulon – Wirobrajan – Meeting Point.

d. Colonial Heritage: Rute ini menjelaskan mengenai peninggalan warisan budaya benda di Yogyakarta, melalui cerita dari peninggalan bangunan colonial tersebut.

Dimulai dari Meeting Point – Pasar Kranggan – Tugu Jogja – Stasiun Tugu – Jl. Malioboro – stop point di Teras Malioboro 1 – Gereja Katolik FX Kidul Loji – Sayidan – Bintaran – Gereja Katolik Santo Yusup – Museum Sasmitaloka – Staisun Lempuyangan – Kotabaru – dan berakhir di Meeting Point.

e. The Legacy: Rute ini menjelaskan sebagian kecil legacy Kerajaan Mataram Islam yang masih bisa kita temukan hingga saat ini.

Dimulai dari warisan budaya di Kraton Surakarta, Kraton Yogyakarta, Kadipaten Mangkunegaran dan Kadipaten Pakualaman. Trip rute ini di mulai dari Meeting Point – Jokteng Lor – Jokteng Kulon – Plengkung Nirbaya – Jokteng Wetan – Jokteng Lor Wetan (Tanjung Anom), stop point di Museum Sonobudoyo – berakhir di Meeting Point

f. Jogja Culinary: Rute ini menjelaskan berbagai cerita mengenai kuliner di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dimulai dari kuliner kersanan dalem, kuliner lokal, dan kuliner akulturasi. Di mulai dari Meeting Point – SMKN 2 Yogyakarta – Tugu Jogja – Pasar Kranggan – Lopis Mbah Satinem – Kopi Jos – Jl. Malioboro – stop point Teras Malioboro 1 – Wijilan – Jl. Mataram – Masjid Syuhada – Tugu – berakhir di Meeting Point

Berdasarkan hal tersebut dan untuk memperkanalkan mengenai sumbu filosofi tersebut kepada mahasiswa dan sebagai wujud aplikasi dari mata kuliah Pemasaran Pariwisata II, maka Politeknik API Yogyakarta, dalam hal ini mahasiswa jurusan Bina Wisata Semester IV melaksanakan field trip dengan mengambil salah satu rute yang ada. Rute yang diambil adalah paraning dumadi. Diharapkan dengan dilaksanakan kegiatan ini mahasiswa dapat mengenal dan mengerti mengenai sumbu filosofi serta fungsi dan seberapa jauh jogja Heritage Track dapat membantu wisatawan dalam memberikan wawasan mengenai sumbu filosofi secara lebih mendalam.

Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu 15 Juni 2025 dimulai pukul 11.00 WIB dengan berkumpul di meeting point yang sudah ditentukan dan berakhir pada pukul 12.30 kegiatan ini diikuti oleh 15 mahasiswa dengan Bapak Eko Martanto selaku Dosen Pembimbing dan Ketua Jurusan Bina Wisata.